Sunday, 8 February 2015

Tugas cerpen

Unknown | Sunday, 8 February 2015,01:00 |

Dari pada ini kehapus mending gw abadikan disini ini adalaj cerita bikinan gw untuk memenuhi tugas bhs gak ada judulnya, bisa kasih judul sendiri aja. Sapa tau bergua xixixi. Cekidot





Terdengar suara tangis wanita entah mengapa suara tangis nya a membuatku tenang dan damai, rasa penasaran membuatku ingin menemuinya dan memintanya untuk tidak berhenti menangis. Aku pun melihat wajahnya, dengan kaget aku bertanya kenapa kau menangis, kumohon berhenti, jangan menangis lagi,tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Tanpa sadar saat semuanya menjadi terang aku ada di atas tempat tidur. Aku merasa sesuatu yang sangat indah telah kulupakan,aku pun bergegas kesekolah, dan sekalian mencuci bantal melihat baru kali ini liur ku begitu banyak di bantal.
Sekarang aku berumur 15 tahun dan duduk di bangu 1 sma,di sekolah yang baru aku tidak mengenal banyak orang, hanya satu orang yg ku tahu namanya luka,orangnya bodoh,malas dan tidak bisa di harapkan, tapi cuma dia lah yang ku tahu di sini.
"Po, popo sini"
"sini duduk dekat gw"
Luka memanggil ku, begitulah popo adalah nama panggilanku
"ogah, gw gak mau masa sma gw ancur kayak lu kelak"
"kejam amat sih lu"
Balasku, lalu mencari banku kosong pandanganku melihat ke bangku bagian depan yang ternyata sudah full terisi, bagian tengah yang juga sudah full, hanya tinggal bangku tempat cewek dan sampingnya luka yang kosong, bodoh amat lah aku duduk aja di samping luka
"heeee.... "
Suara luka yang ngeselin
" heee..? Apaan?"
Pura-pura gak tau aja maksud nya, padahal udah jelas banget dia, ngatain sifat sombong ku
"tempat itu dah ada yang pesen, kan katanya tadi ogah"
Raut mukanya mengatakan mengusirku dan disaat yang sama ada maksud lain di dalamnya
"lah, siapa cepat dia dapat"
"tapi tempat itu sudak di booking"
Luka berusaha mempertahan kan tempat duduknya, dan negoisasi pun terjadi
"yah mau gimana lagi"
"kalo mau duduk disitu lu harus temenin gw keliling sekolah entar"
"terserah lu mau jadi orang yg masa sma nya ancur ato duduk bareng  cewek"
Aku tarik lagi yang ku bilang soal dia bodoh ternyata dia ada lah orang yang sangat licik, dan dengan terpaksa aku menerimanya.
Jarak sekolah dan rumahku 2km sehingga bisa untuk berjalan kaki.
Aku sampai dirumah dan melihat wanita yang sangan indah di hidupku, ya, dialah ibuku
Kami tak banyak bicara, percakapan adalah hal yang sangat langka, dia selalu menjaga jarak dariku. Tapi dia tak pernah lupa memberiku makan, setiap pulang pasti ada porsi makan untukku, itulah yang membuatku senang. Walaupun dia tidak berbicara denganku, tetapi dia tidak pernah melupakanku. Setelah aku pulang dia lansung masuk kekamar dan menguncinya, aku sangat senang jika dapat melihatnya satu kali dalam sehari.
Ke esokan harinya, pak guru membentuk kelompok yang terdiri aku, luka, dan ril. Ril adalah seorang ketua kelas dan dia adalah cewek yang galak.
"kalian popo dan luka kan"
"entar rumah siapa yang bisa di kunjungi?"
"haaa..? Malas banget di sekolah belajar pulang belajar lagi, spa lu perintah gw"
Luka menolaknya
"yaudah, kalo gitu lu gak masuk kelompok, dan asal lu tau aja pak roni katanya punya pukulan keras"
Ancaman ril benar-benar real
"aaaahh..  Kalo gitu rumahnya popo aja katanya deket"
"sok tau banget sih lu, yang bilang rumah gw deket sapa, bicara ama lu aja gw jarang"
Jawabku
"bisa bahaya kalo bawa cewek kayak dia di bawa Ke rumahku bisa-bisa aku jadi jongos"
Karna luka twtap keras jadi terpaksa rumahku menjadi target kerja kelompok.
Alu pun kerja kelompok dirumahku, dan cuma ril saja yang mengerjakannya aku dan luka buntu, tiba-tiba pintu kamar ibuku terbuka dan ibuku keluar entah apa yang dia lakukan dan masuk lagi kekamar, walaupun tanpa sepatah kata itulah yang aku senangi, aku merasa dia selalu memperhatikan ku, selalu ingin mengetahui perkembangan ku, tapi tak ku tahu mengapa ia menjauhiku.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contributors